ORGANISASI KEWARTAWANAN

    pwrcpk banten https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSPFHMHBSEDbDDiSUe_slfWUWjraTtVBQIsAVhbo-DhJDMBr7d9SQ http://www.jawapossmakassar.com/wp-content/uploads/2014/09/Untitled-3.jpg http://lh3.googleusercontent.com/-NwctqDvK2fA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAok/scfBnOfzyWw/s512-c/photo.jpg http://lintaspatroli.files.wordpress.com/2011/11/logo-pji1.jpg

    Eforia reformasi memberi lahan tumbuh suburnya mass media yang bak cendawan di pagi hari, yang melahirkan banyaknya surat kabar, majalah (harian/ mingguan/ bulanan) dan media televisi, yang selalu memberikan tayangan berita informasi/ opini ke masyarakat secara masif.
    Banyak media massa tersebut membawa banyak pekerja media, yang kemudian berkumpul sesuai kekhasan medianya, atau kesamaan rasa pertemanan. Sehingga kemudian berkembang dan dikukuhkan menjadi sebuah organisasi senasib sepenanggungan, jadilah organisasi kewartawanan.
    Organisasi kewartawanan adalah wadah dari perkumpulan/ paguyuban dari para  jurnalis/ wartawan/ reporter media cetak dan media elektronik. Saat ini banyak organisasi kewartawanan, yang terdeteksi berjumlah 40-an organisasi, dari sebanyak itu hanya 3 (tiga) organisasi kewartawan yang diakui secara yuridis formal. Antara lain Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
    Ketiga organisasi kewartawanan, yaitu: PWI, AJI, IJTI diakui berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pers No. 12/SK-DP/VIII/2006 tentang Hasil Verifikasi Organisasi Wartawan.


    Dimana sesuai Undang Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers mensyaratkan kriteria dari suatu perusahaan pers, seperti antara lain diatur dalam pasal 12 UU Pers yang tegas menyebutkan “Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan”.

     

    ORGANISASI KEWARTAWANAN YANG TERVERIFIKASI DEWAN PERS

    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
    http://www.zonadinamika.com/wp-content/uploads/2014/09/PWI.jpg
    Logo/ lambang organisasi kewartawanan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)


    Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Kartini, Endang Werdiningsih,resmi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya) periode 2014-2019,(26/4). Disebelahnya H. Kamsul Hasan Ketua
    PWI Jaya sebelumnya.

     

    PWI Provinsi DKI Jakarta yang di ketuai oleh Endang Werdiningsih (082114065450) beranggotakan para wartawan dari berbagai media, berkantor di Gedung Sasana Prasada Karya Jl. Suryopranoto No. 8, Jakpus lantai 4 dan 5 yang difasilitasi pada gedung milik Pemda DKI tersebut.
    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dibentuk tanggal 9 Februari 1946 sebagai wadah dan wahana Aspirasi perjuangan wartawan dan pers Indonesia yang berlingkup nasional.
    Karena sejarah dan kedekatannya dengan pemerintah, PWI dianggap sebagai organisasi kewartawanan plat merah oleh organisasi kewartawanan lainnya, organisasi ini yang pertama diakui oleh pemerintah lewat Departemen Penerangan RI, karena kedekatannya sehingga mendapat fasilitas dari Pemda, dalam bentuk gedung/ ruang kantor.

      

    Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI)
    http://apakabarsidimpuan.com/wp-content/uploads/2014/12/aji1.png
    Logo/ lambang organisasi kewartawanan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI)

     

    http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/aji-jakarta-ketua_20150301_091208.jpg
    Ketua AJI Jakarta periode 2013-2018 Ahmad Nurhasim (kanan) dan Sekretaris Muhammad Irham (Varia.id) (28/2/2015). (TEMPO/Sunudyantoro)

     

    Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta yang diketuai Ahmad Nurhasim dari jurnalis Tempo, beranggotakan para jurnalis/ wartawan antara lain: Tempo, Kompas, Tribunnews.
    Para anggotanya dikenal dan dianggap idealis oleh sejawatnya, sehingga lebih disegani narasumbernya.
    Aliansi Jurnalis Independen (AJI) lahir sebagai perlawanan komunitas pers Indonesia, dimana 100 orang yang terdiri dari jurnalis dan kolumnis berkumpul di Sirnagalih, Bogor, 7 Agustus 1994. Pada hari itulah mereka menandatangani Deklarasi Sirnagalih. Inti deklarasi ini adalah menuntut dipenuhinya hak publik atas informasi, menentang pengekangan pers, menolak wadah tunggal untuk jurnalis, serta mengumumkan berdirinya AJI. 

     

    Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)

    http://ijti.org/img_files/logo.png

    Logo/ lambang organisasi kewartawanan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)

     

    https://media.licdn.com/mpr/mpr/shrinknp_400_400/p/7/005/0ae/1aa/143ff42.jpg
    Fajar Kurniawan (ANTV) sebagai ketua IJTI DKI periode 2013-2017. Sementara posisi sekretaris umum diisi oleh Danang sangga Buana (Globaltv). 

     

    Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) yang diketuai Fajar Kurniawan dari ANTV, beranggotakan para jurnalis/ reporter televisi pemerintah dan swasta.
    IJTI didirikan tanggal 25 April 1998, berawal dari pembicaraan beberapa reporter Indosiar dan SCTV, yang sedang mengadakan peliputan di Pulau Panjang Kepulauan Seribu, maka disepakati ide pembentukan Organisasi Jurnalis Televisi, yang bisa menjadi wadah pemberdayaan dan peningkatan profesi para jurnalis televisi. Pertemuan ini melahirkan gagasan pembentukan organisasi jurnalis televisi swasta dan pemerintah.