Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur


img


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
1176

173 Anak Ikuti PKBM Malam Hari Di RPTRA Cibesut


Sebanyak 173 anak putus sekolah mengikuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat  (PKBM) yang diadakan pada malam hari di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cibesut, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara. Kegiatan ini sendiri sudah berlangsung 6 bulan sejak dimulainya tahun ajaran baru.

“Tujuannya adalah agar semua anak-anak yang putus sekolah di wilayah Kelurahan Cipineng Besar Utara ini mendapatkan ijazah untuk program paket A, paket B dan paket C,” kata Lurah Cipinang Besar Utara Sri Sundari, di kantornya, Kamis (24/11).

Sri Sundari mengatakan, anak-anak yang putus sekolah tersebut bukan akibat masalah tidak ada biaya. Pasalnya, pemerintah sendiri sudah mengeluarkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi warga kurang mampu agar dapat sekolah.

“Untuk anak yang putus sekolah permasalahan bukan karena biaya, tetapi karena mereka bekerja untuk mencari makan dan membantu orang tuanya,” kata Sri.

Sri menututkan, awal berdirinya PKBM tercatat ada sekitar 300 anak yang mendaftarkan diri. Namun dengan berjalannya waktu, hanya 137 anak yang masih bertahan untuk mengikuti pelajaran.

“Pada awalnya yang mengikuti PKBM berjumlah 300 orang dan akhirnya yang bertahan 173 orang melalui proses seleksi alam,” cetus Sri.

Kegiatan PKBM di RPTRA Cibesut sendiri dilaksanakan seminggu 3 kali yaitu pada hari Rabu, Jumat dan Minggu, dimulai dari jam 19.00 WIB sampai j21.00 WIB. “Kenapa kita ambil malam karena kebanyakan yang bekerja pada pagi hingga sore hari, sehingga sengaja kita bikin malam hari agar tidak menganggu kegiatan rutinitasnya sehari-hari,” ungkap Sri.

Untuk pelajaran yang diberikan, disesuaikan dengan kebutuhan khusunya pada saat Ujian Nasional. “Pelajaran yang diajarkan hanya yang di ada di Ujian Nasional agar mereka bisa mengerti dan mengisi pada mengikutinya nanti,” kata Sri.

Sementara itu menurut Kepala Pengelola RPTRA Cibesut Asty mengatakan, jumlah peserta PKBM yang dibawah 18 tahun berjumlah 49 anak dan  diatas 18 tahun berjumlah 124 anak. “jadi jumlah seluruhnya 173 anak,” katanya.

Untuk tenaga pengajar berasal dari warga Kelurahan Cibesut sebanyak 6 orang dan dibantu tenaga pengajar oleh Kalbis Institute,Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan PKG Vollunter.  “Harapan saya semua warga yang mengikuti PKBM di RPTRA Cibesut bisa masuk sekolah umum dan semakin berkurang warga yang putus sekolah,” tuturnya.  (Jonathan/Kominfomas JT)

Bagikan
Cetak

Berita Terkait