Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur


img


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
156

Walikota Jak-Tim Buka Kegiatan Exspose Sapi Perah Tahun 2017 Tingkat Provinsi DKI Jakarta


Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana membuka kegiatan exspose sapi perah tahun 2017 tingkat Provinsi DKI Jakarta di Peternakan Sapi Pondok Ranggon Kecamatan Cipayung, Selasa (31/10).

Hadir pada kegiatan ekspose sapi perah tingkat Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta Darjamuni, M.M, Direktur pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian RI, Ir. Finnie Murfiani, M.Si, Camat Cipayung Iin Mutmainah, dan para Lurah Se- Kecamatan Cipayung.

Walikota mengatakan, kebutuhan konsumsi susu sapi perah di DKI Jakarta masih sangat rendah, melalui kegiatan expose sapi perah ini merupakan upaya dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI akan dimaksimalkan, " Supaya masyarakat Jakarta tercukupan dan dari segi kesehatan ketahan tubuh semakin baik, serta kesejahteraan semakin meningkat," ujarnya.

Menurut walikota upaya yang  dilakukan untuk meningkat jumlah sapi perah di DKI Jakarta adalah melakukan  kawin suntik pada sapi perah tersebut.

Walikota berharap, kedepannya di Kecamatan Cipayung dibuat Pilot Project wajib minum susu bagi siswa SD minimal seminggu sekali sebanyak 250 cc, " Saya yakin jika minum susu sudah menjadi kebiasaan dari kecil, maka konsumsi minuman bersoda akan berkurang karena soda merusak organ tubuh " tukasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta Darjamuni, M.M, mengatakan, DKI Jakarta saat ini sedang konsentrasi untuk mengembangkan sapi perah, " Saya berharap produksi susu di DKI Jakarta semakin bertambah banyak lagi dan kita juga telah bekerjasama dengan pihak industri pengelola susu".

Dalam keterangan Darjamuni mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mempunyai program ingin mengelola susu murni menjadi pakan yang memiliki nilai tambah, seperti keju dan permen yang akan diterapkan melalui program "Oke Oce" Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

" Saat ini kita baru memproduksi 13 ribu liter susu perhari di DKI Jakarta dan kalau pertahunnya memproduksi 4,7 juta liter dari seluruh wilayah yang ada di Jakarta baik yang ada di Kuningan, Pondok Ranggon Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat," paparnya.

Direktur pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian RI, Ir. Finnie Murfiani, M.Si, mengatakan program untuk dibidang peternakan utamanya adalah peningkatan populasi dan kualitas melalui upaya khusus sapi Indukan Wajib Bunting (IWAB) sapi dan kerbau jenis potong dan perah.

saat ini untuk tahun 2017 target secara Nasional 4 juta akseptor sapi betina produktif yang akan di Inseminasi Buatan (IB),  " Kebuntingannya 3 juta dan saat ini kita sudah mencapai pada angka 74 persen untuk akseptor dan secara Nasional kebuntingan masih dibawah 30 persen ".

menurutnya, DKI Jakarta mentargetkan akseptor 1424, saat ini pencapaianya sudah 63 persen dan target kebuntingannya sudah mencapai 104 persen dimana kebuntingan sapi di DKI Jakarta secara Nasional telah berkontribusi dikarenakan hal tersebut merupakan sapi perah.

" Sapi perah relatif lebih gampang di pelihara karena hariannya jelas untuk memproduksi susu dan untuk kebuntingannya melalui IB sejak  pertama kali dilakukan pemeriksaan reproduksi dan dilakukan perkawinan melalui IB " paparnya.

Bagikan
Cetak