Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur


img


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
247

Sudin Kesehatan Gelar Sosialisasi Penanggulangan TB


Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur mengadakan sosialisasi Penguatan Public Private Mix Program Penanggulangan Tuberkulosis (TB) Kota Administrasi Jakarta Timur, di Ruang Cendana lantai 1 Park Hotel Cawang, Senin (6/11). Kegiatan yang diadakan bekerja sama dengan Yayasan KNCV (Koninklijke Nederlandse Centrale Vereniging) Indonesia ini, dibuka Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Iwan Kurniawan.

Hadir pada acara ini Camat Kramat Jati Eka Darmawan, Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Sholikhah dan para Lurah se-Kecamatan Kramat Jati. Sosialisasi juga menampilkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sebagai pengelola Program TB dr. Murni L. Naibaho dan para undangan yaitu, Direktur Yayasan KNVC Indonesia dr. Jhon Sugiharto,  MPH, perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Jakarta Timur dr. Asri, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kota Jakarta Timur Nunu dan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium (PATELKI) Jakarta Timur Santi Tisnowati.

Dalam sambutannya, Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Iwan Kurniawan mengatakan, TB menjadi komitmen global dalam MDGS. Saat ini sudah ada Pergub No. 15 Tahun 2016 tentang TB yang dalam proses revisi.

“Tidak akan selesai penggiat kesehatan memberantas TB di 2035 kalau tidak ada bantuan dari lintas sektor," tuturnya.

Iwan mengatakan, saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia kasus TB terbanyak. Sebanyak 1 juta lebih kasus TB baru per tahun terjadi di Indonesia. Berdasarkan studi WHO tahun 2015, dalam 250 penduduk pasti ada 1 pasien TB.

“Di Jakarta Timur jumlah kasus TB yang ditemukan 6.315 pasien bulan Januari-Juni 2017. Ini merupakan yg terbanyak di DKI Jakarta dibandingkan wilayah lain,” ujarnya.

Untuk itu dibutuhkan kepedulian seluruh pihak  untuk penanggulangan TB. Selain para kader kesehatan sebagai ujung tombak, para pengurus RT dan RW diharapkan juga membantu membina warganya.

“Perlu diketahui bahwa peran Puskesmas dan Rumah Sakit dalam penanggulangan TB sudah sangat baik, akan tetapi masih kurang peran dari klinik dan praktek swasta. Dari 209 klinik yang ada di Jakarta Timur baru 28 klinik yang melaporkan TB dan dari 353 dokter praktek swasta belum ada sama sekali yang melaporkan pasien TB,” papar Iwan.

Dengan adanya forum ini diharapkan kedepannya program TB akan lebih diperluas ke klinik dan Dokter Praktek Swasta (DPS). Menurutnya, 87 Puskesmas dan 48 Rumah Sakit di Jakarta Timur seluruhnya sudah melaporkan pasien TB ke sistem baku Kementerian Kesehatan per Januari 2017. Akan tetapi dari 48 Rumah Sakit tersebut masih ada 17 Rumah Sakit yang belum terlatih.

“Harapannya kedepan 17 Rumah Sakit tersebut dapat menyempurnakan program DOTS (Directly Observed Treatment Short-course-red) di fasilitas kesehatan masing-masing dibawah supervisi Sudinkes,” ujarnya.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait