Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur


img


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
197

Askesra Buka Acara Diseminasi Informasi Penanggulang Masalah Gizi Buruk Di Wilayah Jakarta Timur


Untuk mencapai tujuan program perbaikan gizi warganya, Pemerintah  Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar acara  Diseminasi Masalah Gizi Buruk, Kamis (9/11) di ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Timur. Kegiatan yang dibukan oleh Asiten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Ari Sonjaya diikuti 150 orang peserta.

Dalam sambutannya, Ari  Sonjaya, mengatakan diadakannya kegiatan ini guna memberikan informasi kepada lurah dan camat termaksud pihak puskesamas tingkat kelurahan dan kecamatan terkait dengan bagaimana mengantisipasi permasalahan gizi buruk.

Menurutnya, penangganan masalah gizi buruk ini merupakan salah satunya bentuk kegiatan kerjasama dengan para kader PKK dan para kader Kesehatan, guna melakukan optimaliasi program di posyandu dan pemberian makanan tambahan di setiap kelurahan, “ Dengan upaya tersebut kita berharap tidak ada lagi kasus gizi buruk di Jakarta Timur ”.

Dirinya menegaskan, pemberian edukasi untuk melakukan pola hidup sehat untuk warga terutama bagi mereka yang memiliki balita sangat penting dan perlu dilakukan. Sebab mereka harus memahami jenis-jenis makanan yang memiliki nilai gizi atau tidak yang dibutuhkan untuk dapat dikonsumsi oleh balita tersebut.

“ Banyak orang tua tidak memisahkan jenis makanan apa saja yang mengadung banyak gizinya yang dibutuhkan sang balita, apa yang dimakan orang tua dimakan juga oleh balita tersebut, seharusnya makanan untuk balita dan orang dewasa harus dipisah karena berbeda dalam pemberian gizinya ” papar Ari.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Dina Nurdjannah, mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kerjasama dalam intervensi masalah gizi secara lintas sektor dan lintas program di Kota Administrasi Jakarta Timur, agar dalam menangani masalah gizi buruk bisa lebih maksimal.

Dina, menjelaskan, sementara kondisi Jakarta Timur sampai bulan semptember 2017 masih ditemukan anak yang mengalami kurang gizi yang mencapai 0.07 persen (98 orang) dari 131.568 orang balita yang hadir di posyandu dan 582 orang berada dibawah garis merah, serta 199 anak mengalami stunting.

“ Kita telah melakukan berbagai tindakan salah satunya melalui sektor puskesmas dan sudin kesehatan seperti menginformasikan dari Kementerian Kesehatan melalui berbagai macam edukasi dan komunkasi kepada masyarakat, pemberian makanan tambahan pada bayi dan gizi buruk ” papar Dina.

Sampai saat ini menurut Dina Sudin Kesehatan Jakarta Timur sudah mengembangkan sarana Teurafic Feeding Center (TFC) yang ada dibeberapa Puskesmas Kecamatan untuk menanggulangi atau perawatan pada kasus gizi buruk yang ada di wilayah masing-masing Kecamatan.

Bagikan
Cetak