Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur


img


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
98

Walikota Buka Peringatan Hari Gizi Nasional Di GOR Kecamatan Jatinegara


Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana membuka acara Peringatan Hari Gizi Nasional Ke 58, di Gelanggang Olah Raga Kecamatan Jatinegara Jalan Cipinang Muara III, Senin (29/1). Sebanyak 500 warga Kelurahan Cipinang Muara menghadiri acara  yang diadakan Puskesmas Kecamatan Jatinegara bersama dengan Wahana Visi dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia ini.

Hadir pada acara ini Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Iwan Kurniawan,Camat Jatinegara Nasrudin Abubakar dan para Lurah se-Kecamatan Jatinegara. Adapun tema peringatan Hari Gizi Nasional ke 58 yaitu Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi.

Walikota mengatakan, inti dari kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional ke 58 yaitu asupan gizi yang cukup menjadi perhatian kepada seluruh warga dan orang tua. Pasalnya, dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau dari janin hingga umur 2 tahun, gizi anak harus mendapatkan perhatian khusus sejak anak dalam kandungan.

“Pemberian gizi yang cukup  agar perkembangan anak kedepannya menjadi cerdas pintar dan sehat tentunya,"katanya.

Bambang berpesan para orang agar dapat memberikan makanan yang mengandung gizi pada anak-anaknya. “Jangan makan sembarangan dan konsultasi dengan dokter atau puksesmas apa saja makanan yang baik untuk perkembangan anak-anak dan sangat bergizi buat anak, ini penting agar perkembangan anak kedepan menjadi sehat," pesannya.

Sementara itu Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Iwan Kurniawan mengatakan, persoalan gizi adalah tanggung jawab  bersama. “Mulai hari ini dalam rangka memperingati hari Gizi Nasional kita mulai memberikan gizi terbaik untuk anak-anak kita agar masa depan anak menjadi baik," katanya.

Iwan berharap, jangan terjadi kasus gizi buruk di Jakarta Timur. “Jangan sampai warga ada yang mengalami masalah gizi buruk. Ini tidak boleh terjadi, bila ada terjadi harus ditindaklanjuti dengan cepat serta penanganan harus cepat," ujarnya.

Dirinya berharap, saya seluruh bayi dan balita tidak ada lagi yang mengalami masalah gizi buruk. “Saya berharap semuanya bisa jadi anak yang sehat, cerdas dan menjadi terbaik sebagai penerus bangsa," pungkasnya.

Sementara itu Manager Wahana Visi Indonesia, Anton mengatakan, Wahana Visi Indonesia sebagai lembaga kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak, mendukung seluruh upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi isu kesehatan ibu dan anak terutama terkait masalah gizi.

“Gizi untuk anak-anak sangat penting karena menentukan masa depan dari mereka, gizi harus diberikan sejak anak beeada dalam kandungan atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ujarnya.

Masyarakat tambahnya perlu diberikan pendidikan untuk memahami pentingnya gizi dan kesehatan bagi ibu hamil dan anak balita. “Peran ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga perlu adanya kerjasama dengan seluruh masyarakat dengan fokus 1.000 HPK,” ujarnya.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait