Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur


img


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
215

Wilayah RT 015/RW 02 Kelurahan CBS Jadi Kampung Bebas Rokok


Warga RT 015/RW 02 Kelurahan Cipinang Besar Selatan (CBS), Kecamatan Jatinegara, sejak setahun lalu, sepakat menerapkan larangan merokok di wilayahnya. Kawasan yang dulunya merupakan kampung kumuh ini pun, berubah sebagai Kampung Bebas Rokok.

Saat ini perkampungan yang berada di pinggir Kali Cipinang sudah tertata rapi, seluruh rumah dicat warna warni dan diberi stiker bertuliskan, "Terima kasih untuk tidak merokok di dalam/teras rumah ini".

Menurut Camat Jatinegara, Nasrudin Abu Bakar, RT 015/RW 02 Kelurahan CBS , tadinya merupakan perkampungan kumuh. Setahun lalu, pihaknya bersama warga sepakat menata ulang sebanyak 100 rumah warga dengan dicat warna warni. Selain itu, warga pun melakukan kesepakatan untuk tidak merokok di dalam rumah maupun di teras rumah.

"Program kawasan bebas rokok ini sebenarnya sudah diterapkan setahun lalu. Hari ini kita evaluasi dan hasilnya ternyata bagus. Warga tak ada lagi yang merokok di dalam rumah, teras maupun jalanan. Ini bisa jadi contoh bagi daerah lain," jelas Nasrudin.

Nasrudin menambahkan, untuk melakukan pengawasan setiap harinya warga membentuk polisi. “Dalam dua bulan terakhir ini warga semakin memperketat peraturannya. Jika ada warga yang masih melanggar, dikenai sanksi oleh warga itu sendiri,” katanya.

Dirinya mengatakan , kawasan kampung bebas rokok ini diyakini baru pertama kali ada di wilayah ibukota. “Ada beberapa kelurahan seperti  Kelurahan Marunda, Rorotan dan Cilincing, Jakarta Utara yang melakukan kunjungan untuk studi banding,” katanya.

Nobby Sail Andi Supu (24), salah satu anggota LMK mengatakan, sebelum menerapkan wilayahnya sebagai perkampungan bebas rokok, pihaknya melakukan studi banding ke Kampung Kali Code dan Umbul Hardjo, Daerah Istimewa Jogyakarta. "Dari studi banding itulah dibahas warga dan hasilnya disepakati, rumah warga dicat warna warni dan kampung ini menjadi bebas rokok," kata Nobby.

Menurut Nobby, awalnya program ini menimbulkan pro kontra, namun lambat laun warga mulai lunak dan mendukung penuh. “Saat ini jika ada warga yang kedapatan merokok dikenai sanksi membayar denda senilai sebungkus rokok yang dihisapnya. Uang denda dikumpulkan di Ketua RT dan uangnya digunakan untuk membeli cat. Ketentuan ini berlaku bagi warga sekitar. Sedangkan warga lain yang melintas ditegur dan diminta matikan rokoknya,” kata Nobby.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website