Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur


img


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
670

Wagub DKI Pimpin Apel Petugas PPSU Di Kecamatan Cipayung


Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno memimpin apel petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) se-Kecamatan Cipayung di halaman Kantor Kecamatan Cipayung, Rabu (24/1). Pada kesempatan ini, Wagub juga menyerahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Ceger kepada ahli waris dari dua petugas PPSU.

Apel sendiri diikuti 457 petugas PPSU dari Kecamatan Cipayung, Selain itu, apel juga diikuti oleh PHL Sudin Bina Marga Jakarta Timur, PHL Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur dan PHL Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur. Pada kegiatan ini Wagub juga meresmikan wilayah Kecamatan Cipayung sebagai Kecamatan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Adapun dua petugas PPSU yang mendapatkan santunan yaitu atas nama Haris dari Kelurahan Bambu Apus yang meninggal pada saat menjalani tugas Siaga Cuaca Buruk pada 12 Desember 2017. Pihak ahli waris yang diwakili Ny. Ani, istri dari almarhum Haris mendapatkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja Meninggal senilai Rp 180.876.000.

Santunan kedua diberikan kepada petugas PPSU Kelurahan Cibubur atas nama Jhon Herry Siahaan myang meninggal dikarenakan sakit. Pihak ahli waris yaitu Ny. Meiriai Nababan, istri almarhum mendapatkan santunan Jaminan Kematian sebesar Rp 24.000.000.

Sandiaga berpesan agar petugas PPSU tetap semangat melaksanakan tugasnya. Dia berharap petugas dapat mengubah Jakart menjadi lebih baik.

"Kalian semua adalah pasukan elite yang mengubah wajah Jakarta menjadi lebih baik," kata Sandiaga.

Sandiaga secara khusus mengingatkan petugas PPSU untuk dapat ikut membantu persiapan Asian Games. Dirinya berharap petugas dapat menjaga kebersihan di Kota Jakarta.

"Agustus sebentar lagi Asian Games, kami harap pasukan elite dapat membantu mewujudkan Jakaeta yang bersih," paparnya.

Sementara itu Ani (35) Istri dari almarhum Haris petugas PPSU Kelurahan Bambu Apus menyampikan ucapan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang sudah memberikan santunan atas kematian suaminya saat menjalani tugas. “Sungguh uang ini bisa meringankan beban untuk biaya kehidupan saya setelah kehilangan suami saya karena meninggal," katanya.

Dirinya mengaku sangat kehilangan dan berharap dapat membiayai sekolah anak-anaknya. “Jujur saya masih sangat kehilangan, tetapi ini semua takdir Allah jadi semoga saya bisa menjalankan kehidupan ini, membiayai sekolah anak saya sampai lulus dan membiayai kehidupan sehari-hari saya,” tukasnya.

Bagikan
Cetak