Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur


img


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
327

Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu Temukan Ikan Berformalin


Tim Jejaring Keamanan Pangan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur kembali melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) pengawasan keamanan pangan terpadu di enam pasar tradisional yang ada di Jakarta Timur, Rabu (1/11). Adapun lima pasar yang disidak yaitu, Pasar Cakung, Pasar Ujung Menteng, Pasar Cawang Kavling, Pasar Pulogadung, Pasar Cipinang Muara dan Pasar Enjo sebagai pusatnya.

Total sampel bahan pangan yang diambil oleh tim sidak dari enam pasar tersebut untuk dilakukan uji laboratorium sebanyak 335 sampel. Setelah dilakukan uji laboratorium, berhasil ditemukan satu sampel yang positif mengandung formalin yaitu ikan tuna yang ditemukan di salah satu los pedagang ikan di Pasar Enjo.

Menurut Kepala Seksi Ketahanan Pangan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Kanti Asri Utami, sidak ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara periodik dengan tujuannya untuk melindungi masyarakat dari bahan berbahaya yang ada dalam bahan pangan. Bahan berbahaya yang sering ditemukan antara lain formalin, pestisida dan chlorine pada produk-produk segar dari pertanian, perikanan dan peternakan.

“Tercacat sebanyak 335 sampel pangan yang diuji laboratorium, terdiri dari 112 sampel bahan perikanan, 90 sampel bahan peternakan dan 133 sampel bahan pertanian dari enam pasar yang disidak pada hari ini. Setelah diuji, hasilnya satu positif yang mengandung bahan zat berbahaya yaitu ikan tuna positif formalin," jelasnya.

Kanti menjelaskan ini ada kemungkinan  ikan yang dijual jenis ikan semar bukan ikan tuna. Untuk itu pihaknya akan telusuri jenis ikan tersebut lebih lanjut. “Kami tadi sudah amankan produk 2 kilogram  yang memakai zat berbahaya, dan dilanjutkan esok hari untuk tindak lanjut diberikan sanksi karena pedagang sudah pulang.  Sudin KPKP Jaktimakarta Timur akan tetap melanjutkan pengawasan sampai akhir tahun 2017,” ujarnya.

Kanti menambahkan, dengan adanya pengawasan dan pemeriksaan sampel di pasar-pasar tersebut, diharapkan masyarakat akan merasa aman mengkonsumsi bahan pangan. “Harapan saya, kesadaran dari pedagang maupun pengelola pasar juga meningkat, untuk menjamin keamanan mutu bukan hanya tugas dari dinas teknis saja,tetapi dari pedagang,pengelola pasar dan juga warga masyarakat perlu adanya kepedulian dari semua pihak, disamping itu juga kegiatan keamanan pangan terpadu bisa menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanannya," pungkasnya.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait