Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
1062

Posyandu Jakarta Timur Diminta Tak Lagi Berikan Makanan Olahan Pabrik Kepada Balita


Para anggota Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Jakarta Timur menghadiri rapat sinkronisasi Posyandu bersama Kelompok Kerja (Pokja) IV Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Ruang Rapat IV, Lantai II kantor Walikota Jakarta Timur pada Selasa (23/4/2019). Rapat tersebut dihadiri oleh para anggota Pokja IV dari masing-masing kelurahan dan perwakilan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur.

Dalam rapat tersebut, Ketua Pokja IV PKK Jakarta Timur Yuli mengatakan para anggotanya mengalami kendala jelang pelaksanaan gebyar Posyandu. Salah satunya adalah pengolahan makanan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak balita (bawah lima tahun).

“Kendalanya adalah bingung untuk membuatkan PMT untuk balita karena kan biasanya dapat dari keluarhan susu kotak dan biskuit, itu langsung diberikan saja ke balita. Tapi setelah ada petunjuk dari Provinsi bahwa kita tidak boleh memberikan susu kotak maupun biskuit, mereka bingung untuk mengolahnya,” kata Yuli.

“Makanya kita menganjurkan, misalnya susu kotak untuk membuat puding atau agar-agar. Terus untuk bubur kacang hijau bisa juga,” lanjutnya.

Pengarahan tersebut juga disampaikan oleh perwakilan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Purwanti bidang gizi dalam kesempatan tersebut. Ia menyampaikan sejumlah informasi kepada anggota PKK Pokja IV Jakrta Timur.

Adapun diantaranya yaitu PMT, penanganan stunting (tinggi badan tidak sesuai dengan usianya), PMBA (Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak).  

“Rutin kita kerjakan PMBA, lagi digalakkan bagiamana memberikan makanan lokal, makanan keluarga diberikan ke anak , bukan makanan pabrikan. Penggunaan makanan pokok juga, mulai dari ikannya, sayurnya dan buahnya,” kata Purwanti.

Melalui rapat sinkronisasi Posyandu tersebut, Purwanti berharap agar tidak lagi terjadi stunting di Jakarta Timur. Ia pun menginginkan agar para orang tua bisa dekat dengan para anaknya demi perkembangan otak anak.

“Targetnya tidak ada anak stunting atau gizi kurang atau buruk,” lanjutnya.

 

 

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website