Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
583

Awas! Mie Hingga Kerang Di Pasar Kramat Jati Mengandung Pengawet & Pewarna


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) Pengawasan Ketahanan Pangan Terpadu Tingkat Kota Jakarta Timur di PD Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (9/5/2019). Sidak tersebut dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur Syofian Thahir.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur didampingi oleh Camat Kramat Jati Eka Darmawan dan Lurah Kramat Kramat Jati Husni Abdullah. Hadir pula perwakilan dari Suku Dinas (Sudis) Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Sudis Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Dalam sidak tersebut, ditemukan empat bahan pangan yang mengandung zat berbahaya yaitu formalin (pengawet) dan metanil yellow (zat pewarna).

“Untuk di Pasar Kramat Jati ditemukan empat bahan pangan yang terdapat formalin dan satu bahan pangan yang mengandung pewarna,” kata Syofian.

Diantaranya yaitu kandungan formalin pada mie kuning, ikan kacang-kacang dan ikan jambal tuna, serta kandungan metanil yellow yang ditemukan pada kerang.

Syofian menyebutkan bahwa pengawet dan pewarna makanan memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat dapat menghindari bahan pangan mengandung bahan pewarna dan pengawet.

Tak main-main, pemerintah pun akan memberikan sanksi kepada para penjual makanan yang mengandung pengawet dan pewarna.

“Nantinya para penjual bahan yang mengandung formalin dan pewarna akan diberikan sanksi. Jadi ada penemuan kesalahan pangan terutama mi kuning ini ditemukan formalin. Ini kita akan lakukan eksekusi setelah ini,” kata Syofian.  

Selanjutnya, eksekusi akan dilakukan oleh pihak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, Polisi dan Satpol PP dengan mengambil sampel untuk kemudian dicek dampak bagi manusia.

“Sanksi selanjutnya memberikan peringatan. Akan ditindak lanjuti dengan proses hukum. Itu nanti akan ditangani oleh pihak Kepolisian," tandasnya.

Sementara itu, sidak Pengawasan Ketahanan Pangan Terpadu Tingkat Kota Jakarta Timur dilakukan di enam lokasi pasar tradisional. Diantaranya, Pasar Kramat Jati, Pasar Ciracas, Pasar Cibubur, Pasar Jambul, Pasar Cijantung dan Lokasi Binaan (Lokbin) Makasar. Adapun tujuan pengawasan tersebut adalah untuk mengetahui mutu dan keamanan produk pangan pada Ramadan hingga Idulfitri.

Dari pengawasan tersebut para petugas sidak memastikan bahan pangan hasil pertanian (buah, sayur, dan beras), peternakan (daging ayam dan sapi) dan perikanan (ikan segar dan olahan) aman dikonsumsi masyarakat. Pengawasan yang dilakukan diharapkan bahan pangan terhindar dari zat bahaya seperti foramalin dan boraks (pengawet), dan metanil yellow (pewarna).

Hasil Pengawasan Ketahanan Pangan Terpadu Tingkat Kota Jakarta Timur saat ini ditemukan 360 sampel yang menjalani uji laboraturium. Diantaranya yang menjalani uji laboraturium terdiri dari 162 pangan pertanian, 48 sampel pangan peternakan dan 150 sampel pangan perikanan.

Pada pengawasan di Pasar Kramat Jati dengan mendatangkan empat kendaraan laboraturium untuk pengecekan sampel bahan pangan berbahaya. Tiga kendaraan dari Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta dan satu kendaraan dari BPOM DKI Jakarta.

Namun, hingga saat ini pemeriksaan masih dilakukan dan belum mendata jumlah pasti temuan bahan pangan yang mengandung zat berbahaya.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website