Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
1405

Buka Sosialisasi Stunting Dan Gizi Anak, Sekko : Ini Langkah Serius


Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Timur Usmayadi membuka Sosialisasi Pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Gizi Anak lingkungan Kota Jakarta Timur di Ruang Pola Blok A Kantor Walikota, Senin (17/6/2019).

Dengan mengusung tema `Cegah Stunting, Kenali Penyebabnya`,  Sosialisasi Pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Gizi Anak dilingkungan Kota Jakarta Timur digelar selama 17-24 Juni 2019.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber yaitu Kasubdit Pengelolaan Konsumsi Gizi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dyah Yanuar dan DPP PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia), Rita Ramayulis. Hadir pula seluruh perwakilan seluruh Kader Posyandu dari masing-masing Kelurahan  Kota Jakarta Timur.

Sekko mengatakan, berbagai upaya terus digencarkan Kota Administrasi Jakarta Timur melalui berbagai program penanggulangan prevalensi atau hal umum stunting.

Diantaranya telah dicanangkan oleh setiap instansi terkait seperti pemberian pangan gratis, kampanye Gemarikan (Gerakan Makan Ikan) dan minum susu untuk anak sekolah hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) , penyuluhan gizi, penyedian rumah sehat dan air bersih.

“Sosialisasi ini merupakan langkah serius dalam mengedepankan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kota Jakarta Timur, terutama kita fokuskan perkembangan pada generasi penerus bangsa,” kata Usmayadi.

Ia mengeaskan, sosialisasi stunting dan gizi anak tersebut bertujuan dalam meningkatkan informasi dan edukasi kepada seluruh kader posyandu mengenai stunting dan gizi anak.

Dengan demikian, para kader nantinya dapat menjalankan tugas dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga, peningkatan gizi anak dan penurunan angka anak stunting dapat menunurun diwilayah hukum Kota Administrasi Jakarta Timur.

“Tentunya sudah jelas, kita harapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas para kader posyandu dalam memberikan pelayanan bagi seluruh masyarakat,” ujaranya.

Diketahui, Kota Jakarta Timur memiliki data jumlah anak dengan status gizi kurus sekali sampai dengan bulan Maret 2019 mencapai 0,07 persen atau berjumlah 98 orang anak  dari 140.513 jiwa.

Perhitungan tersebut berdasarkan orang yang ditimbang di posyandu. Sedangkan, capaian partisipasi masyarakat yang hadir ke posyandu mencapai 98 persen dari jumlah yang melapor.

”Artinya, kita serius, dan terlihat adanya peran aktif dari masyarakat dan sektor terkait. Khusunya, peran serta kader PKK menjadi ujung tombak dalam penanganan stunting. Ini harus terus digelorakan dan getoktularkan informasi stunting dan gizi pada kader lainya,” pungkasnya.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website