Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
2300

Menengok Aktivitas Warga Binaan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2


Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 2 menampung warga binaan sosial atau Pengguna Layanan Sosial (PLS) dengan fase gangguan jiwa stabil. Panti sosial di bawah Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta tersebut terletak di Jalan Bina Marga, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Tercatat ada 584 orang berstatus PLS yang menyandang status Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mayoritas dari mereka berasal dari penjaringan para petugas Dinas Sosial di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta.

Dapat Pelatihan dan Pemulihan

Akitvitas warga binaan sosial di Steam Motor Kube Larasakti

Para warga binaan sosial di PSBL Harapan Sentosa 2 berstatus ODMK dan ODGJ dibina dan ditangani dengan metode untuk menuju proses pemulihan. Mereka pun mendapat asupan makan sehari-hari secara gratis dari panti sosial.

Adapun pembinaan yang diterima beragam seperti pemeliharaan hewan ternak sapi, kambing, ikan, ayam dan kelinci. Mereka pun mendapat cara pemeliharaan mulai dari membersihkan kandang hingga pemberian makan ternak. Berdasarkan pantauan Tim Kominfotik Jakarta Timur, terdapat tiga empang ikan, kandang kelinci yang menampung puluhan ekor kelinci, kandang ayam dan kandang sapi.

Selain belajar pemeliharaan hewan, para warga binaan sosial diajarkan membuat kerajinan membuat aksesoris, keset dan hiasan rumah seperti vas bunga, tempat tisu, dan lain-lain. 

Menariknya, PSBL Harapan Sentosa 2 memberdayakan ODGJ untuk aktif. Salah satunya dengan membuka steam dan cuci motor. Dengan menggandeng CSR (corporate social responsibility) untuk membuat tempat cucian motor yang dibuka sejak September 2017 dan diberina nama Kube Larasakti.

Sebelum diterjunkan langsung untuk melayani masyarakat umum, mereka melakukan pelatihan terlebih dahulu. Mereka belajar di tempat steam motor yang berada di sekitar lingkungan PSBL Harapan Sentosa 2.

Steam Motor Kube Larasakti ini terletak di depan PSBL Sentosa 2 dan buka mulai dari jam 09.00 - 17.00 WIB. Adapun rincian layanan steam untuk motor dikenakan biaya Rp 10.000 dan mobil Rp 20.000.

Ketua Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Tuti Sulistyaningsih mengatakan para warga binaan sosial mendapat pelayanan dan rehabilitasi sosial. Adapun rehabilitasi dilakukan sesuai dengan aturan dan obat yang diberikan hanya untuk memberikan efek tenang.

“Selebihnya kita berikan pembinaan, agar mereka cepat pulih dan kembali ke keluarganya,” ujar Tuti.

Tuti menyebutkan, tatanan lingkungan sosial yang sehat di PSBL Harapan Sentosa 2 diikutsertakan dalam penilaian Lomba Kota Sehat.

“Kami kedepannya akan lebih semangat lagi dan termotivasi lagi. Semua metode yang diberikan kepada warga binaan sosial kita tetap memperhatikan aspek kesehatan,” katanya.

Berbaur dengan Masayarakat

Para warga binaan sosial ikut dalam aktivitas mencuci piring setelah makan

Tak hanya mendapatkan pelatihan dan melayani masyarakat lewat usaha steam motor Kube Larasakti, para warga binaan sosial juga diajak untuk bersosialisasi langsung dengan lingkungan.

“Mereka semua sudah lupa, dan hanya diam-diam saja dengan temannya saat di kamar ataupun sedang makan. Tetapi kita ajarkan bagaimana berinteraksi dengan temannya, berkenalan, kerjasama dengan tim dan kelompok,” ujar Tuti.

Tak hanya itu, Tuti menyebutkan pihaknya bekerjasama dengan kelurahan. Tujuannya agar para warga binaan sosial bisa diikutsertakan dalam kegiatan kerja bakti setiap minggu.

Hal itu dilakukan untuk menghilangkan stigma kepada masyarakat bahwa para warga binaan sosial penyandang ODMK dan ODGJ adalah orang tak berdaya.

“Selain itu, juga untuk memberikan bekal kepada mereka. Kami melakukan pembinaan keterampilan supaya mereka mandiri, kita mempunyai cuci steam, pemeliharaan ikan, ternak sapi, bebek, kelinci, dan kambing,” jelas Tuti.

Harapan Warga Binaan  Sosial

Aktivitas makan bersama para warga binaan sosial

Beni, warga binaan sosial Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 mengaku senang bisa ikut terlibat dalam pembinaan dan pemeliharaan hewan ternak. Ia bertugas untuk membersihkan kandang, membuang kotoran dan membersihkan makanan khusus kelinci.

“Cukup menyenangkan, saya bisa ikut melihara kelinci. Daripada saya kerjaannya bengong-bengong aja. Sebelumnya ada 42 ekor kelinci dan sekarang baru ada kelinci baru 10 ekor,” kata Beni.

Ia pun berharap, setelah bisa keluar dari panti sosial untuk bisa memelihara kelinci dan berkumpul dengan keluarga.

Selain itu, warga binaan lainnya, Heni mengaku senang bisa berkumpul dengan teman-teman di panti dan beraktivitas bersama. Ia diajarkan untuk menjahit, menari, senam dan ikut kegiatan kosidah dan mengaji.

“Saya mau nyuci aja kaya jadi pembantu (setelah keluar dari sini),” ujar Heni.

 

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website