Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
449

Peringati Pekan ASI Sedunia, Pemkot Jaktim Gelar Gebyar PMBA


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Gebyar Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Dalam meningkatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pulogadung, Jalan Raya Pemuda, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (15/8/2019).

Gebyar Pemberian Makanan Bayi dan Anak  yang diinisiasikan oleh Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur, mengusung tema `Ayah dan Ibu Kunci Keberhasilan Menyusui´. Tujuannya adalah dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia Tahun 2019.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Timur Alawi. Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berupaya menyampaikan gerakan terkait asupan gizi baik untuk bayi dan anak.

Misalnya, asupan anak sesuai standar emas makanan bayi seperti melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dan ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) selama dua tahun atau lebih. Alawi menyebutkan, melalui pelatihan PMBA di masyarakat gerakan tersebut bisa menjadi strategi untuk memperluas pemberian makanan bayi dan anak sesuai standar.

“(Kegiatan) ini terus kita gelorakan karena menjadi bentuk perhatian dari pemerintah dalam mengatasi masalah kekurangan gizi pada bayi dan anak balita. Seperti, melalui pemberian makanan bayi dan anak yang baik dan benar. Ini menjadi agenda penting demi menyelamatkan generasi masa depan,” kata Alawi.

Peringatan Gebyar PMBA di Pulogadung

Menurutnya, PMBA yang tepat dan sesuai target usia dan waktu adalah kunci penting dalam kondisi darurat dan ini bisa menyelamatkan jiwa. Hal ini akan melindungi kebutuhan gizi anak, tumbuh kembang dan juga bermanfaat bagi para ibu.

Selain itu, Pekan ASI Sedunia Tahun 2019 ini dapat dijadikan suatu momentum para ibu dan ayah dalam di Jakarta Timur dalam mencapai keberhasilan dalam menyusui.

“Tentunya, kita semuanya akan terlibat, jadi dukungan itu harus diwujudkan oleh pemerintah, lingkungan kerja, keluarga, hingga peran suami supaya dapat mempertahankan pemberian ASI selama dua tahun untuk anak,” imbuhnya.

Hal senada dijelaskan Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur Indra Setiawan. Ia menyebutkan tujuan gelaran Gebyar PMBA dalam meningkatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif ini, dapat merubah paradigma menyusui anak dapat merusak bentuk tubuh. Sebenarnya, tidak ada efek negatif saat menyusui.

“(Paradigma menyusui dapat merubah bentuk tubuh) ini yang akan kita rubah, artinya diapstikan dari berbagai ahli bahwa menyusui bukan suatu alasan bahkan wajib dilakukan,” ujar Iwan.

Peringatan Gebyar PMBA di Pulogadung

Pada Gebyar Gebyar Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Dalam meningkatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dirangkai dengan kegiatan lainnya. Diantaranya penandatanganan komitmen untuk keberhasilan menyusui, workshop tentang ASI dan berbagai lomba.

Misalnya, perlombaanya yaitu lomba video spot yang berisi dukungan ayah tentang ASI dan penysunan menu makanan  untuk bayi berusia 1-2 tahun. Perlombaan tersebut diikuti oleh 300 kader kesehatan meliputi kader Posyandu, dan kader PKK di lingkungan Kota Jakarta Timur.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website