Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
1698

Kelurahan Cipinang Melayu Sulap Lahan Kosong Jadi Taman Interaksi Mini


Dalam Rangka Menyambut HUT DKI Jakarta ke-492 yang akan diperingati pada 22 Juni nanti, Kelurahan Cipinang Melayu membangun Taman Interaksi di Jalan Inspeksi Tarum Barat RT 001/RW 10, dengan luas 200 meter persegi.

Sebanyak 82 anggota Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cipinang Melayu menyulap lahan kosong menjadi Taman Interaksi.

Banyaknya varian tanaman yang tumbuh, mural dan tempat bermain yang dicat warna-warni semakin menambah daya tarik.

“Dulunya ini taman biasa. Tanahnya kering kemudian saya koordinasi dengan Suku Dinas Kehutanan Jakarta Timur dan PT. KKDM. Akhirnya, jadilah taman inspirasi ini sebagai pengganti RPTRA yang tidak dimiliki oleh Kelurahan Cipinang Melayu,” kata Lurah Cipinang Agus Sulaeman, Kamis (20/6/2019).

Taman interaktif mini yang berada di akses jalan menuju kantor kelurahan ini dilengkapi banyak hal. Antara lain, pada sisi depan tersedia lapangan basket mini dengan satu keranjang yang dipasang di tembok pembatas Kampus Borobudur.

Di lapangan ini juga ada mural tiga dimensi gambar ular tangga lantai dan tapak kuda. Di sebelahnya terdapat lahan pertanian mini yang  ditanami aneka jenis sayur.

Seperti kemangi, kangkung, pokcay, sawi dan kenikir. Seluruhnya baru ditanam pada Rabu (19/6/2019). Kemudian juga terdapat taman yang berisikan aneka tanaman bias dan tanaman obat keluarga. Seperti gingseng, cemara mini, rawelia, lili paris dan sebagainya.

Untuk menambah keindahan taman, di lokasi juga tersedia enam bangku dan dua meja bulat berbahan batang pohon pinang bekas. Bangku setinggi 60 centimeter dan diameter 40 centimeter ini dipelistur sehingga timbul warna cokelatnya. Sedangkan meja tingginya 80 centimeter dan 40 centimeter. 

Tak hanya itu, di sana juga tersedia delapan bangku panjang dari beton yang dicat warna-warni. Bahkan untuk menambah menarik, di lokasi juga disiapkan booth sebagai penghias foto yang bisa dipasang di media sosial. Booth ini banyak disukai kaum milenia yang sedang gandrung selfie arau swafoto.

Agus mengatakan, ide pembuatan taman interaksi mini ini didasari lantaran wilayah ini belum memiliki Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Selain itu juga untuk memanfaatkan lahan yang ada dan sebelumnya terlihat kumuh.

"Apalagi jelang HUT ke-492 Kota Jakarta  ini kita perlu merias diri dengan penuh inofasi. Makanya kita manfaatkan  lahan untuk membuat taman interaksi mini ini," kata Agus.

Menurutnya, pembuatan taman ini menggunakan bahan bekas yang bisa didaur ulang. Untuk bibit tanaman dan sayur mayur, bantuan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.

"Taman ini disiapkan untuk interakai warga. Sekarang dalam proses finishing. Namun, sudah banyak warga memanfaatkannya. Baik siang, sore maupun malam," lanjut Agus.

Disebutkan, agar malam hari terlihat terang, di lokasi juga kini telah dipasang lampu penerang jalan umum (PJU). Empat tempat sampah juga disiapkan di sana agar warga mudah membuang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website