Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
108

Pelanggar Tibum Ikuti Sidang Tipiring Di Kantor Walikota Jaktim


Sebanyak 40 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) terjaring dalam operasi pelanggar Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor  8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum (Tibum) yang digelar Satpol PP dari 10 kecamatan di Jakarta Timur sepanjang bulan Desember 2018.

Bertempat di Lantai Dasar Gedung D Kantor Walikota para PKL tersebut melakukan Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang dipimpin oleh Hakim Ketua Gede Ariawan,  Jaksa Penuntut Umum Didi Koko dan selaku Penitera Pengganti Nizar. PKL yang melanggar diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 248.000,- ditambah biaya administrasi perkara sebesar Rp. 2000,-

Kepala Seksi PPNS dan Penindakan Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Timur, Achmad Ruslan mengatakan, “Sidang Tipiring pada hari ini hanya diikuti 30 orang pelanggar sedangkan, 10 orang pelanggar akan dikenakan verstek (menjatuhkan putusan tanpa hadirnya tergugat) berkas yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Jakarta Timur,” ujarnya, Jumat (7/12).

“Para PKL yang melanggar peraturan  Perda selama bulan Desember 2018, kita sidang untuk memberikan efek jera sehingga ke depannya tidak kembali melanggar ketertiban umum, karena saat ini Pemkot Jakarta Timur sedang berupaya mewujudkan tata kehidupan kota Jakarta yang tertib, tentram, nyaman, bersih dan indah”  tambahnya.

Untuk mewujudkan Jakarta yang tertib, bersih dan nyaman , menurut Ruslan diperlukan adanya pengaturan di bidang ketertiban umum yang mampu melindungi warga dan prasarana kota beserta kelengkapannya.

“Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat menjadi urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi dan pelaksanaannya harus dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kegiatan sidang Tipiring (Tindak pidana ringan) ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa  fasos dan fasum serta lahan parkir tidak boleh ditempati PKL untuk berjualan.”Dengan ini kita terus sosialisasikan agar para PKL tidak menempati fasos dan fasum serta taman dan trotoar. Jadi melalui sidang Tipiring ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pelanggar ketertiban umum,” ujarnya.

Sementara itu, Waryo warga Kelurahan Utan Kayu Utara, pedagang siomay keliling yang terjaring karena berjualan diatas trotoar. "Dengan terjaringnya razia ini saya takut dan berjanji  untuk tidak melakukan kembali berjualan diatas trotoar,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Asep Wardoyo (28) Pedagang Pecel Lele di kawasan Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman mengatakan, "Dirinya bersalah dengan tidak mematuhi peraturan pemerintah.”Kami sadari kami salah. Tapi kami harapkan adanya pembinaan dan diberikan tempat untuk berjualan sehingga kami tidak berjualan dibahu jalan lagi,” tandasnya.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website