Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
260

225 Petugas Gabungan Serentak Turunkan APK Di Cipayung Jelang Pemilu 2019


Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi memimpin penurunan Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu (14/4/2019) pukul 00.01 WIB.

Kegiatan tersebut diawali dengan apel yang diikuti oleh 225 orang pasukan gabungan. Diantaranya yaitu anggota TNI, Polri, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cipayung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cipayung, dan para lurah se-Kecamatan Cipayung.

Hadir pula anggota Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Pokdarkamtibmas (Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Kecamatan Cipayung.

Adapun titik penurunan APK difokuskan pada seluruh jalan protokol di wilayah Kecamatan Cipayung dan gang lingkungan warga. Penurunan dimulai di simpang tiga Jalan Dermaga yang dinilai banyak ditemukan APK dan berukuran besar.

"Jika belum selesai kita akan lanjutkan besok pagi, dan menyisir ke setiap gang permukiman warga dengan menugaskan anggota Satpol PP dan PPSU dengan tetap mendapatkan pengawalan dari anggota Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)," kata Usmayadi.

Usmayadi menegaskan, pihaknya bersama jajaran petugas gabungan akan membersihkan semua APK yang ada sampai H-1 pencoblosan pada Rabu (17/4/2019). Sedangkan pada masa tenang Pemilu 2019, ia berharap para warga tetap menjaga kondusifitas dan saling menghormati.

Sementara itu, dalam kegiatan penurunan APK tersebut Sekretaris Kota turut didampingi oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cipayung Baskara, Camat Cipayung Fajar, dan para lurah Kecamatan Kramat Jati. Hadir pula Kapolsek Cipayung Kompol Darmo, anggota TNI dan Polri.

Ketua Panwaslu Jakarta Timur Baskara, mengatakan, para caleg dan peserta Pemilu lainnya dan masyarakat diharapkan dapat menghormati masa tenang Pemilu 2019.

"Tidak boleh ada lagi kampanye pada masa tenang apapun itu bentuknya, baik itu politik uang atau bagi-bagi sembako di masa tenang Pemilu. Semua pihak harus saling menghormati dan bagi warga Jakarta Timur agar bisa menggunakan masa tenang ini untuk menentukan pilihannya," ujar Baskara.

Camat Cipayung Fajar menjelaskan dalam penurunan APK petugas kelurahan menyebar di wilayah masing-masing kelurahan untuk diinventarisir. Kemudian dihitung jumlah APK yang sudah diamankan dan dilaporkan ke Kecamatan dan ke tingkat kota.

"Jika ada pihak parpol (Partai Politik) yang meminta kembali APK tersebut akan kita kembalikan. Namun APK yang ada tetap kita simpan sampai proses pelaksanaan pencoblosan pada tanggal 17 April 2019 selesai," kata Fajar.

Dari kegiatan tersebut, Fajar berharap agar pihak Parpol juga ikut serta dalam penurunan APK yang mencapai ribuan. Diharapkan pula adanya kerjasama peserta Pemilu dengan pihak pemerintah untuk menjaga agar Pesta Demokrasi tersebut berjalan kondusif.

Kegiatan penurunan APK dilakukan berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 32 Tahun 2018 tentang program, jadwal dan tahapan Pemilu tahun 2019 bahwa masa kampanye yang dimulai sejak 23 September 2018 - 13 April 2019.

Berdasarkan aturan tersebut, masa tenang kampanye dilakukan terhitung tanggal 14 - 16 April 2019 dengan penurunan seluruh APK.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website