Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
547

Tinjau Pasar Induk Kramat Jati, Gubernur Pastikan Pasokan Kebutuhan Pokok Terkendali Selama Bulan Ramadan


Memasuki bulan Ramadan di hari kedua, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan meninjau harga dan stok pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (7/5/2019).

Setibanya di Pasar Induk Kramat Jati, Anies langsung menuju Jakgrosir dan selanjutnya meninjau Agro Outlet.

Dalam kesempatan tersebut, Anies didampingi oleh Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin Arief Jaya, Direktur Utama PT Food Station Cipinang Jaya Arief Prasetyo Adi, Kepala Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Hamid Ponco.

Hadir pula jajaran dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Diantaranya yaitu Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Uus Kuswanto, Kepala Bagian Perekonomian Jakarta Timur Yeni Asnita dan Sekretaris Camat Kramat Jati Budi Awaludin.

“Pagi hari ini di Pasar Induk Kramat Jati, kita meninjau situasi pasar, khususnya ketersediaan pangan, bahan pangan. Alhamdulillah ketersediaan bahan-bahan pokok di Jakarta, pasokannya stabil, maka harga pun Insya Allah akan terus stabil,” kata Anies.

“Kita lihat beras justru harganya mengalami penurunan, karena kita baru panen. Kebutuhan lainnya, pasokannya aman. Insya Allah kebutuhan pokok tidak ada masalah. Begitu juga sampai dengan menjelang lebaran di akhir bulan Ramadan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah menyiapkan operasi pasar untuk menyeimbangkan dan mengendalikan harga bawang putih di Jakarta yang sempat mengalami kelonjakan harga akibat faktor kelangkaan. Anies memastikan bahwa pasokan bawang putih juga aman di Jakarta, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan warga.

Alhamdulillah, kemarin siang saya ke Food Station melihat kondisi di sana, pas sudah datang bawang putih. Saat ini sudah tersedia di Pasar Induk Kramat Jati. Harganya kalau di sini itu 30.000 rupiah per kilogram, nanti di eceran tentu sedikit di atasnya. Tapi, yang terpenting pasokan suplainya itu tersedia,” terangnya.

Adapun ketersediaan pasokan suplai bawang putih sebanyak 5 kontainer dengan masing-masing berat yaitu 29-30 ton per kontainer.

Selanjutnya, Anies menjabarkan bahwa berdasarkan data PT. Food Station Tjipinang Jaya pasokan bawang putih didapat dari berbagai importir. Dengan detail kebutuhan 30 ton per hari, artinya dalam lima hari dibutuhkan 150 ton.

“Kita (saat ini) punya pasokan 145 ton (bawang putih). Tapi, yang penting di pasar ada barangnya, Food Station mencarikan, kemudian kita langsung kirimkan ke PD Pasar Jaya dan tersedia di pasaran. Semoga bisa membantu mengendalikan harga, karena suplai terpenuhi,” pungkasnya.

Bagikan
Cetak

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website