Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
539

Empat Kelurahan Di Jaktim Bertanding Dalam Lomba Kadarkum Tingkat Kota


Empat kelurahan dari Jakarta Timur bertanding dalam Lomba Kadarkum (Keluarga Sadar Hukum) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Serbaguna Blok A, Kantor Walikota Jakarta Timur pada Senin (17/6/2019).

Adapun keempat keluarahan yang berhasil lolos seleksi dan lolos dalam lomba yaitu Kelurahan Ciracas, Kelurahan Rawa Bunga, Kelurahan Kalisari, dan Kelurahan Pekayon. Mereka terbagi atas empat kelompok yang terdiri atas empat peserta dan turut dihadiri oleh lurah masing-masing.

Lomba Kadarkum Tingkat Kota Jakarta Timur dibuka oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi. Selain itu dihadiri juga oleh Kepala Divisi Pelayanan Publik & Hak Asasi Manusia dari Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Baroto, dan Kepala Bagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum dari Kepala Biro Sekretariat Daerah Provinsi DKI, Retnowati.

Perlombaan tersebut diuji oleh para dewan juri dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jakarta Timur, perwakilan jajaran provinsi DKI Jakarta dan tingkat Kota Jakarta Timur oleh Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Timur Diah Anwar.

Ia menyebutkan, terselenggaranya Lomba Kadarkum tersebut berdasarkan Peraturan  Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Republik Indonesia Nomor : PHN.HN.03.05-73 Tahun 2008. Dalam peraturan tersebut berisi tentang Pembentukan dan Pembinaan Keluarga Sadar Hukum dan Desa atau Kelurahan Sadar Hukum.

Usmayadi mengatakan, dari perlombaan tersebut diharapkan para pemenang dapat mengimplementasikan terkait kesadaran hukum ke lingkungan kelurahannya masing-masing. Ia mencatat ada 46 kelurahan di Jakarta Timur yang telah terdeteksi sadar hukum.

“Tahun ini ada 10 kelurahan yang melakukan ploting kelurahan sadar hukum, berarti sekitar 56 kelurahan dan tinggal 9 kelurahan lagi yang tinggal kita persiapkan lagi. Diharapkan di tahun 2021 seluruh kelurahan di Jakarta Timur adalah kelurahan sadar hukum,” jelas Usmayadi.

Tak hanya disasar untuk kesadaran hukum di tingkat kelurahan, Usmayadi berharap, hal tersebut juga berpengaruh hingga tinggak remaja dan sekolah. Salah satunya adalah untuk menghindari adanya penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Selain RT, RW, PKK, juga karang taruna. Nanti tinggal sasaran berikutnya adalah sekolah. Karena sekolah adalah sasaran empuk. Kalau ada berita-berita hoaks di tindak lanjut, dia sadar hukum atau enggak. Kadang-kadang kalau mereka tidak sadar hukum dilempar aja dan menimbulkan penyebaran berita hoaks,” terangnya.

 

 

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website