Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
812

Kurangi Polusi, Warga Dan Jemaah Gereja Di Rawamangun Ikut Aksi Tanam Pohon


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengapresiasi aksi tanam pohon penyerap polutan di Jalan Balai Pustaka, Rawamangun, Jakarta Timur pada Sabtu (12/10/2019) pagi. Selain itu dilakukan pula uji emisi kendaraan bermotor.

Aksi tersebut dipelopori oleh swadaya masyarakat bersama Gereja Katolik Kudus Rawamangun. Sebelumnya, Rawamangun tercatat sebagai kawasan dengan polusi tinggi di Jakarta Timur.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Sofyan Thaher, mengatakan, aksi ini bisa menjadi motivator bagi masyarakat Ibu Kota dalam hal peduli lingkungan.

Sofyan menyebutkan, aksi tersebut menanam kurang lebih 200 pohon bougenvil dan 6 tabebuya, yang dipercaya dapat menyerap polutan.

"Kita berharap gereja-gereja lain bisa mengikuti kegiatan seperti ini, di manapun berada gereja. Kemudian juga ada kegiatan Kita uji emisi yang dilakukan dinas lingkungan hidup lebih kurang ada di dalam kendaraannya ada 200," kata Sofyan.

Sementara itu, Pastur Kepala Gereja Katolik Kudus Rawamangun, Romo Yulius Adianto, mengatakan, aksi penanaman pohon ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab jemaah gereja dalam mengurangi polusi di Ibu Kota.

Dalam aksi ini, Gereja Katolik Kudus Rawamangun mengangkat tema perayaan Pesta Emas. Artinya, keharusan kita terlibat dalam permasalahan masyarakat, salah satunya dalam hal menjaga lingkungan hidup.

"Ini adalah perwujudan dari tema kami, agar kami bisa berperan serta dalam perjuangan menjaga kebersihan lingkungan Jakarta," ujar Yulius.

"Seperti yang kita rasakan kita lihat nampaknya Jakarta semakin berpolusi dengan asap atau dengan yang lain. Dan inilah tanggung jawab kita semua, Bagaimana kita bisa menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta dan juga kebersihan lingkungan hidup," lanjutnya.

Yos Romi, salah satu warga yang ikut dalam aksi penanaman pohon mengaku senang bisa terlibat. Aksi ini, lanjutnya, dapat membuat hatinya nyaman karena lingkungan menjadi bersih.

"Saat ini polusi sangat luar biasa sehingga membuat kadang-kadang sesak nafas, sehingga pandangan pun sekarang. Kapan kita bisa melihat langit itu biru, sekarang yang ada langit itu putih, dengan asap, putih dengan abu, sementara Tuhan menciptakan langit itu biru, yang harus dinikmati oleh manusia ciptaan-Nya," terang Yos.

Ia berharap, dari aksi penanaman pohon ini polusi bisa terserap sehingga udara perlahan lebih segar untuk dihirup.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website