Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
396

Pemkot Jaktim Galang Kolaborasi Perangi Bahaya HIV Dan AIDS


Harus ada komitmen bersama untuk melakukan tindakan nyata dari semua pihak, karena HIV/AIDS sudah menjadi masalah yang kompleks. Tidak hanya masalah pengobatannya, tapi harus ada kepedulian dari lingkungan sekitar untuk peduli agar masyarakat `Saatnya Semua Bertindak` dalam memerangi bahaya virus HIV/AIDS.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Uus Kuswanto saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan HIV dan AIDS tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur, di Ruang Rapat III Lantai 2 Blok A, Kantor Walikota, Selasa (12/11/2019).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Administrasi Jakarta Timur tersebut diikuti oleh para SKPD/UKPD dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 26 tahun 2012, tentang kegiatan pencegahan dalam penanggulangan kasus AIDS di Jakarta Timur serta pembahasan Perencanaan Program dan pencapaian yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2019.

“Pelaksanaan kegiatan Rakor ini sebagai upaya menyatukan visi dalam penanggulangan masalah AIDS dan meminimalisir penyebaran HIV-AIDS di Kota Administrasi Jakarta Timur. adanya kordinasi ini, artinya semua ikut bertindak dengan untuk terus berkolaborasi dalam memerangi bahaya penularan HIV/AIDS,” kata Walikota.

Dilanjutkan Uus bahwa Kota Administrasi Jakarta Timur nantinya akan mengagendakan program penanggulangan HIV/AIDS, misalnya dengan membuka pusat pelayanan kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Administrasi Jakarta Timur sekaligus adanya pengecekan dari masing-masing untik UKPD dan SKPD.” Dengan begitu, jika kita sudah melakukan itu pastinya nanti akan lebih baik dalam melakukan sosialisasi dimasyarakat baik itu dimulai dari penyuluhan hingga hingga tindakan terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” tambahnya.

Namun demikian diharapkan, seluruh perangkat organisasi dilingkungan masyarakat diseluruh wilayah hukum Kota Administrasi Jakarta Timur dapat berperan menangani masalah tersebut. Arahnya, baik itu RT/RW hingga organisasi kepemudaan nantinya dapat lebih peduli terhadap penanggulangan HIV/AIDS.

“Diharapkan ini dapat mendukung mengurangi masalah penyebaran HIV/AIDS di Jakarta Timur. baik itu penyebaranya melalui hubungan intim bahkan dari peredaran narkoba,” tandasnya.

Sebagai informasi bahwa memperhatikan SIHA (pengumpulan data) Kemenkes epidemi HIV di Kota Administrasi Jakarta Timur saat ini berjumlah 13.317 kasus. Melihat data tersebut maka seluruh peserta bersepakat bahwa penanggulangan HIV bukan saja menjadi tanggung jawab Komisi Penanggulangan AIDS, tetapi tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website