Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
524

707 Calon Pendamping Rembuk RW Jakarta Timu Ikut Pelatihan


Sebanyak 707 pendamping rembuk RW mengikuti pelatihan yang digelar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Pola Lantai II Blok A Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (18/11/2019).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur tersebut dibuka langsung oleh Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Uus Kuswanto dan berlangsung selama 18 - 23 November 2019.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) calon pendamping Rembuk RW merupakan upaya langkah maju untuk meningkatkan kualitas usulan sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan Kota Jakarta. 

Dalam sambutanya Wakil Walikota mengatakan kegiatan rembuk RW tahun 2019 merupakan rangkaian dari tahapan penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Tahun 2020. Diharapkan, keberadaan pendamping nantinya akan meningkatkan kualitas usulan di rembuk RW.

"Ini upaya meningkatkan kemampuan masyarakat mengidentifikasi masalah, menyusun kebutuhan dan menentukan kegiatan untuk menyelesaikan masalah berdasarkan urutan prioritas yang disepakati bersama di lingkungan RW," kata Wakil Walikota. 

Ia pun berpesan agar para pelatih dapat menyampaikan materi yang informatif, mudah dipahami, faktual dan menarik. Sedangkan terhadap seluruh peserta, Ia harap mereka dapat mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, tanggung jawab.

"Keberhasilan kegiatan ini akan terlihat dari meningkatnya kualitas usulan sesuai kebutuhan prioritas masyarakat dengan memenuhi ketentuan dan mekanisme yang berlaku," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Hartati, menjelaskan bahwa pelatihan pendamping Rembuk RW tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur ini menekankan bagaimana pemahaman tugas dan fungsi pendamping Rembuk RW serta teknik memfasilitasi secara partisipatif. Kemudian teknik penggalian aspirasi warga, teknik faslitasi rembuk RW dan pendampingan proses input hasil Rembuk RW.

"Pendamping harus mengerti bagaimana mekanisme perencanaan Rembuk RW kemudian sampai pelaksanaan Musrenbang. Jadi nanti mereka diinformasikan dan ajarkan bagaimana menyusun rencana kerja pemerintah daerah DKI Jakarta," pungkas Hartati.

Bagikan
Cetak

Berita Terkait

Web Statistik




Jumlah Pengunjung Website