Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
1988

Sekko Jaktim Ingatkan Bahaya Hipertensi Yang Tak Ditangani Dengan Baik


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus menggencarkan bahaya hipertensi, sebagai salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang saat ini masih menjadi masalah di Ibu Kota Jakarta bahkan seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Timur Usmayadi dalam kegiatan Advokasi Kesehatan Tentang Pembentukan Porlanis Hipertensi Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Pola Lantai 2 Blok A Kantor Walikota, Kamis (11/7/2019).

Advokasi Kesehatan Tentang Pembentukan Porlanis Hipertensi Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur dikuti oleh para pemangku kesehatan dan bidang kesejahteraan diseluruh Kelurahan Kota Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan dua narasumber diantaranya, dr. Rebeka selaku Pengelola Penyakit Tidak Menular dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan dr. Aminah Fitria Pengelola Penyakit Tidak Menular dari Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur.

Sekko mengatakan, hipertensi menjadi berbahaya karena memiliki banyak komplikasi yang menyebabkan stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal merupakan penyakit-penyakit katastropik yang tak hanya memiliki angka kematian tinggi.

“Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang tidak ditangani dengan baik bisa meningkatkan risiko stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung. Dengan itu, adanya kegiatan ini memperkuat Pos Binaan Terpadu (Posbindu) di tiap 1 RW untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM,” katanya.

Menurutnya, upaya Pemkot Jakarta Timur terus dilakukan melalui penandatangan komitmen dalam pencegahan bahaya hipertensi memalui satu RW satu Posbindu. Tercatat, hingga saat ini sudah terbentuk aktif sebanyak 424 Psobindu dari 707 RW diseluruh Kota Jakarta Timur.

“Kami Pemkot Jaktim menegaskan agar satu RW memiliki Posbindu. Ini upaya pemerintah dalam memberikan promotif kesehatan berbasis masyarakat dalam menanggulangi Penyakit Tidak Menular yang kian semakin menghawatirkan diantaranya hipertensi, diabetes, obesitas bahkan penyakit jantung,” paparnya.

Sementara itu dijelaskan Pengelola Penyakit Tidak Menular dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Rebeka, bahwa berdasarkan prevalensi Hipertensi Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) Tahun 2019 bahwa DKI Jakarta mencapai 35 persen warga terdiagnosis hipertensi.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tidak menyadari bahwa bahaya hipertensi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kematian atau sebagai pembunuh sunyi.

“Iya, saat ini di DKI Jakarta telah mencapai 35 persen. Artinya ini perlu keseriusan kita dalam pembentukan Posbindu ditiap masing-masing RW. Adanya Posbindu itu diharapkan dapat mendeteksi dini berbagai penyakit PTM yang sangat membahayakan,” tandasnya.

Bagikan
Cetak
Copyright © 2019 Sudis Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur. All rights reserved.
Theme Options
PREDEFINED SKINS