Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
522

Walikota Jaktim : Jadikan RPTRA Tempat Edukasi Cegah Perkawinan Anak


Mendukung edukasi untuk perempuan anak anak, diselenggarakan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perkawinan Anak Tahun 2019 di RPTRA Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (1/12/2019).

Kegiatan tersebut mengangkat tema `Cukup! Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perkawinan Anak`. Adapun maksud tema tersebut adalah untuk mengakhiri kekerasan perempuan dan anak serta pernikahan dini di lingkungan masyarakat.

Dalam upaya mewujukan gerakan tersebut diperlukan dukungan masyarakat dan anak muda perempuan. Diharapkan perempuan mampu berani mengambil posisi pemimpin dan berperan aktif di era berkembangnya teknologi dan pembangunan melalui karya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur M. Anwar menyebutkan kegiatan ini berjalan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Mencegah Perkawinan Anak di Bawah Usia Dini.

Anwar mengimbau kepada anak – anak usia dini untuk memanfaatkan RPTRA atau kegiatan serupa sebagai tempat edukasi anak. Harapanya, agar anak-anak bisa membentuk karakter yang baik untuk perkembangannya.

"Bersama ini untuk edukasi mereka terutama yang muda-muda dari PAUD sampai yang SMA supaya betul-betul mereka merasakan adanya perhatian dari pemerintah baik dari tingkat Kota, Kecamatan, dan Kelurahan, supaya mereka tetap diawasi terus dimonitor," pungkas Anwar.

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Diketahui,  Pemerintah Indonesia telah menaikan usia minimal perkawinan perempuan, dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Acara ini juga menyerukan, menghentikan perkawinan anak akan membuka peluang perempuan untuk menjadi pemimpin dan berkarya.

Menghentikan perkawinan anak akan melindungi kesehatan reproduksi perempuan dan anak perempuan, dan membuka akses informasi bagi perempuan akan membuat menjadi berdaya. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat di Indonesia akan bekerjasama untuk menghentikan perkawinan anak di Indonesia.

"Harapannya acara ini betul-betul bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan dapat dimengerti oleh ibu dan anak termasuk orang-orang yang lainnya," tuturnya.

 

Bagikan
Cetak
Copyright © 2019 Sudis Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur. All rights reserved.
Theme Options
PREDEFINED SKINS