Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
708

Nomor Satu Kasus DBD, Wali Kota Minta Jumantik Mandiri Tak Hanya Seremoni


Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga penataan wilayah dibahas dalam Rapat Koordinasi Wilaya (Rakorwil) bulan Juli di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Timur pada Rabu (10/7/2019).

Rakorwil dipimpin oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur M. Anwar, yang didampingi oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi. Hadir pula Asisten Pemerintahan  Jakarta Timur Ary Sonjaya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur Syofian Thahir dan Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Timur Alawi.

Dalam Rakorwil tersebut, membahas aktivitas dari masing-masing bidang yaiu Bidang Pemerintahan, Bidang Perekonomian dan Pembangunan, dan Bidan Kesejahteraan Rakyar

Salah satu yang menjadi perhatian adalah tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta Timur. Berdasarkan laporan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, hingga saat ini kasus DBD di Jakarta Timur berada di peringkat pertama di DKI Jakarta.

Wali Kota menyebutkan,  sejumlah wilayah yang memiliki kasus DBD tertinggi mendapat status merah, artinya perlu perhatian khusus. Diantaranya yaitu Kecamatan Ciracas, Kecamatan Pasar Rebo dan Kecamatan Cipayung.

Oleh sebab itu, Wali Kota mengingatkan kembali kepada para Kepala Puskesmas masing-masing kecamatan tersebut untuk tak lupa membangun kepedulian warga, dengan membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumatik) Mandiri.

“Perlu ditata bagaimana self Jumantik atau Jumantik Mandiri. Tidak bisa hanya seremoni saja, tidak bisa. Karena di sana lahannya perbatasan dari Depok. Seperti yang kita tahu Depok itu tertinggi DBD-nya,” kata Wali Kota.

Selain terkait kasus DBD, ada pula pembahasan kemajuan dari penataan jalan di Jalan I Gusti Ngurah Rai yang sempat macet akibat penutupan pintu perlintasan Staiun Cakung. Berdasarkan laporan dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, sejak pembukaan jalur di depan Perumnas Klender, kemacetan di Jalan I Gusti Ngurah Rai berkurang.

“Kemarin di Perumnas Klender jalan dibuka sudah tidak macet lagi. Tentunya, Kasudin (Kepala Suku Dinas) Perhubungan harus berupaya dan evaluasi. Ketika menutup atau membuka kembali harus dipikirkan supaya membantu mobilitas kendaraan yang melintas,” kata Anwar.

Selain membahas laporan kegiatan dan anggaran dan hasil evaluasi dari Bidang Pemerintahan, Bidang Perekonomian dan Pembangunan, dan Bidang Kesejahteraan Rakyat. Termasuk penyampaian inovasi dari Dewan Kota Jakarta Timur yang baru dilantik untuk periode 2019-2024.

                                                                                                                                                                              

Bagikan
Cetak
Copyright © 2019 Sudis Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur. All rights reserved.