Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
463

Gapai ODHA, Pemkot Jaktim Beri Penyuluhan Kepada Camat, Lurah Dan SKPD


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Rapat Kerja Program Penanggulangan AIDS Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Rapat IV, Lantai II, Kantor Walikota Jakarta Timur pada Rabu (18/9/2019).

Rapat tersebut diikuti oleh 50 orang peserta pewakilan dari kelurahan dan kecamatan, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Jakarta Timur. Mereka mendapatkan penyuluhan dari sejumlah narasumber untuk mengetahui data warga Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) hingga cara penanganannya.

Rapat Kerja Program Penanggulangan AIDS di Kota Administrasi Jakarta Timur dibuka oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi. Selanjutnya diikuti oleh Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jakarta Timur John Alubwaman dan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta Asep Syarifuddin.

Turut hadir pula Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur Hartati dan Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan dalam kegiatan tersebut.

Usmayadi menyebutkan rasa prihatinnya setelah mengetahui jumlah ODHA yang ada di Jakarta Timur mencapai 13.700 orang. Bahkan, dari angka tersebut baru 3.300 ODHA yang patuh berobat, sementara sisanya belum.

“Makanya saya minta kepada lurah dan camat untuk mendeteksi, dimana saja kantong-kantong warga yang terkena HIV,” ujar Usmayadi.                                            

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta Asep Syarifuddin menyebutkan fast track 90-90-90 harus diselesaikan setiap wilayah. Artinya, perlu adanya penanganan cepat kepada 90 persen mereka yang terinfeksi menyadari statusnya, 90 persen orang dengan status HIV bisa mendapatkan akses layanan dan pengobatan dan 90 persen ODHA mendapatkan pengobatan dan dukungan terapi ARV (anti retro viral).

“Saya bangga wilayah Kota Jakarta Timur, camat dan lurahnya diikutsertakan. Tadi pak Sekko mengatakan setiap camat dan lurah, mereka harus tahu persis berapa warganya yang terkena HIV/AIDS, dengan begitu mereka punya tanggung jawab,” ujar Asep.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan menyebutkan, estimasi penemuan ODHA di Jakarta Timur mencapai 20.000 penderita tapi hingga saat ini baru ditemukan 13.700 penderita, dengan 3.000 diantaranya sudah mendapatkan terapi ARV. Sedangkan sisanya, 10.000 masih ditelusuri.

“Di tahun 2030, diharapkan kita ada tiga zero. Pertama, tidak adanya kasus baru, kedua, tidak adanya kasus kematian karena HIV/AIDS, dan ketiga, kita menghilangkan stigma atau diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” ujar Indra.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jakarta Timur John Alubwaman menambahkan, keterlibatan camat, lurah dan SKPD dalam progam penanggulangan AIDS ini dapat menjadi jembatan untuk dilanjutkan ke masyarakat.

Ia pun beraharap agar kedepannya Sudis Kesehatan Jakarta Timur untuk memberikan penangana prioritas kepada warga Jakarta Timur terlebih dahulu. Salah satunya dengan pendataan melalui NIK, ketimbang penderita rujukan wilayah lain.

 “Pelayanan HIV/AIDS itu gratis kok. Ada di atas 40 puskesmas kok di Jakarta  Timur yang bisa melayani, mulai dari pemeriksaan dan terapi ARV, enggak diminta sepeserpun,” ujar John.

Bagikan
Cetak
Copyright © 2019 Sudis Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur. All rights reserved.
Theme Options
PREDEFINED SKINS