Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur



KIP


Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
509

Pemerintah Kota Jakarta Timur akan Larang Odong-odong Beroperasi


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur akan memberikan sosialisasi dalam pelarangan odong-odong untuk tidak beroperasi lagi di lingkungan warga. Pembahasan tersbut dalam rapat Pelarangan Operasi Kendaraan Rangkaian atau Odong-odong yang dipimpin oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Timur, Jumat (14/8/2020).

Kusmanto menjelaskan, pelarangan aktifitas Odong-ondong ini berdasarkan tingkat keamanannya. Sebab, Ia menilai kendaraan tersebut hanya dirakit dari kendaraan bermotor, kemudian dimodifikasi dengan rangkaian seadanya yang dapat membahayakan penggunanya.

Ia menyampaikan, kendaraan odong-odong ini juga tidak ada izin beroperasi dan di tengah pandemi COVID-19 ini juga beresiko meningkatkan kasus di Jakarta Timur, karena ketika beroperasi pengguna odong-odong ini tidak menerapkan physical distancing (jaga jarak fisik).

Kusmanto mengatakan, pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur akan memberikan sosialisasi terhadap pemilik kendaraan odong-odong untuk tidak beroperasi lagi.

“Kita tidak ingin menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19 dari operasinya odong-odong ini. Kita juga akan memberikan sosialisasi sedemikian baiknya agar odong-odong ini tidak beroperasi lagi,” tandasnya.

Kemudian, Kanit Rekayasa Satlantas Polres Metro Jakarta Timur, IPTU Dewita, menjelaskan, jika pemilik odong-odong yang sudah diberikan sosialisasi tetap beroperasi akan ditindak tegas, dari tilang hingga penyitaan kendaraan berangkai tersebut. Hal ini dilakukan demi menertibkan lingkungan warga agar pencegahan penyebaran COVID-19 dapat dijalankan dengan baik.

“Tentunya kita akan berikan sosialisasi terlebih dahulu, selanjutnya akan ada penindakkan tegas,” pungkas Dewita. (AD)

Bagikan
Cetak
Copyright © 2020 Sudis Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur. All rights reserved.