Berita

Kota Administrasi Jakarta Timur

logoPemberitahuan Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung klik disini logoPengumuman Penlok Sutet 500 kV klik disini logo



Berita Resmi Pemkot Jakarta Timur
1883

Terminal Pulogebang Jadi Terminal Percontohan Nusantara


Terminal Terpadu Pulogebang Jakarta Timur diresmikan sebagai Terminal Percontohan Nusantara. Peresmian terminal bus terbesar di Asia Tenggara ini dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Rabu (28/12). Hadir mendampingi Menhub, Plt Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sumarsono, Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Elly Adriani Sinaga, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah dan Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana.

Dalam sambutanya Budi mengatakan, pihaknya  mengaku senang dapat meresmikan pengoperasian Terminal Bus Terpadu Pulogebang sebagai terminal percontohan di Indonesia.

“Disayangkan beberapa tahun tidak bisa dioperasikan. Tapi, berkat kerja sama luar biasa antara Pemerintah DKI dan pusat, serta asosiasi dan semua pihak kami melakukan langkah berarti sehingga bisa meresmikan terminal ini,” katanya.

Menurutnya, dalam membangun fasilitas yang megah ini perlu mempertimbangkan tiga kriteria, yakni safety, security, dan pelayanan. “Dengan adanya kerjasama yang solid antara Pemprov DKI dan pemerintah Pusat serta didukung para asosiasi, terminal ini diyakini dapat dioperasikan dengan maksimal,” paparnya.

Budi menambahkan, pihaknya berterima kasih atas kerja sama yang dilakukan Pemprov DKI dan pihak-pihak terkait. Menurutnya, pengoperasian terminal yang memiliki luas 12,6 hektar itu tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Perhubungan semata.

“Waktu itu dengan Gubernur saat itu, Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), kami sepakat ini dikelola bersama. Tapi, karena memang sumber daya pengelolaan ada di Kemenhub, kami ikut secara intensif mendukung operasi terminal,” tambahnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, Terminal Bus Terpadu Pulogebang merupakan terminal kedua yang diresmikan sebagai terminal percontohan setelah Terminal Solo, Jawa Tengah. Meski terminal ini Tipe A, pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah pengawasan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

”Kami akan tetap melakukan pengawasan agar terminal beroperasi secara intensif,” jelasnya.

Sementara itu Plt Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sumarsono mengapresiasi pemerintah pusat yang telah mendukung penuh beroperasinya Terminal Tipe A Pulogebang. "Kami mengucapkan terimakasih pada pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan pada DKI untuk mengelola Terminal Tipe A ini," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan pembangunan Terminal Pulogebang merupakan wujud nyata Pemprov DKI dalam memecahkan masalah transportasi. “Ini merupakan sebagai tindak lanjut pola transportasi makro yang menjadi acuan dalam masalah transportasi,” katanya.

Sumarsono mengungkapkan, Terminal Pulogebang dibangun dengan konsep moderen dan multilevel. Tidak hanya itu dirinya juga mengatakan, pembangunan Terminal Pulogebang dibiayai oleh APBD DKI secara tahun jamak (multiyears) sejak 2009 lalu.

"Dengan nilai proyek sebesar Rp 450 miliar. Saat ini juga masih dilakukan penataan taman dan penunjang lainnya, untuk mendukung keindahan terminal,” pungkasnya. (Ajid/Kominfomas JT)

Bagikan
Cetak

Copyright © 2022 Sudis Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur. All rights reserved.