Di peta Hindia Belanda paruh pertama abad ke-19 tidak ada nama Pekayon. Yang ada adalah Pakajan atau Pakayan dalam ejaan baru. Dalam peta tu, Pakajan atau Pakayan berdampingan dengan Tjiboeboer (Cibubur-red) dan Tjiratjas (Ciracas-red). Dalam dua peta Hindia-Belanda abad ke-20 Pakajan atau Pakayan tidak ada lagi.
Pakajan atau Pakayan dalam peta Hindia -Belanda paruh pertama abad ke-19 adalah Kelurahan Pekayon Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur saat ini. Pakajan atau Pakayan adalah nama versi administratur permukiman Hindia Belanda. Pekayon adalah versi penduduk lokal.
Peta Hindia Belanda juga mencatumkan adanya Situ Donkelan dengan sawah-sawah di sekelilingnya. Donkelan adalah nama lokal yang dicata Belanda untuk menyebut kawasan jebakan air. Penduduk lokal menyebutnya SItu Pedongkelan. Dalam peta Kelurahan Pekayon era modern, situ Pedongkelan terletak berbatasan dengan Kelapa Dua Depok.
Setidaknya perlu 30 tahun bagi Pakajan atau Pakayan berstatus kampung di Kelurahan Kalisari. Saat itu Kalisari adalah kelurahan gemuk dengan 20 kampung di dalamnya. Seiring pertambahan penduduk baik akibat angka kelahiran yang tinggi dan arus pendatang dari luar, Kelurahan Kalisari butuh pemekaran. Tahun 1986 lewat SK Gubernur KDKI Jakarta No 1251 tanggal 29 Juli 1986 tentang pemecahan, penyatuan, dan penetapan batas wilayah, Kalisari dipecah menjadi tiga. Nama Pakajan atau pakayan kembali muncul dan menjadi Pekayon. Jelasnya pemekaran itu menghasilkan tiga kelurahan; Kalisari, Pekayon dan Kelapa Dua Wetan.
Sejauh ini tidak ada yang mengulas arti dari Pekayon, Seorang wartawan yang menulis Kampung Pekayon Ragunan Jakarta Selatan berspekulasi tentang Pekayon yang berasal dari perkayuan. Mengutip seorang juru kunci petilasan Pengeran Wiraguna dulu kampung Pekayon di Ragunan dihuni para tukang kayu dan pengrajin kayu. Seiring waktu kampung pengrajin kayu dan para tukang kayu disebut Pekayon.
Sulit mengkonfirmasi spekulasi ini, selain tidak ada lagi tertua pewaris kisah di kampung itu informasi dari masa lalu berupa teks dari era Hindia-Belanda juga tidak ada. Di sisi lain Pakajan atau Pakayan kata yang oleh penduduk lokal berubah jadi Pekayon juga tidak memiliki arti dalam bahasa apa pun. Bahkan Pakajan, Pakayan dan Pekayon bukan kata dalam Bahasa Betawi dialek mana pun. Jadi Pekayon hanya sekedar nama yang mungkin kehilangan makna.
source : Sejarah Kelurahan Pekayon